I.
REVIEW :
Pemuda
ialah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan
dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjukan dan mengisi
pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di indonesia dewasa ini sangat
beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Pemuda
identik dengan sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai
karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju,
memiliki moralitas, dsb.
II.
ANALISIS :
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari
norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan
merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Contoh kasus adalah :
Meski
Tersangka, Dul Tak Akan Ditahan
Meski Dul telah
ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut dan dijerat Pasal 310 UU
Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman
hukuman 6 tahun penjara, polisi memutuskan tidak akan menahan Dul.
Kabid Humas Polda
Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan, tidak dilakukannya penahanan kepada Dul
karena yang bersangkutan dan pihak keluarga sangat kooperatif dan mengikuti
prosedur yang berlaku. Selain itu, Dul juga masih memerlukan perawatan rutin di
rumah sakit akibat kecelakaan yang dialaminya.
"Karenanya,
memang tidak kita lakukan penahanan kepada AQJ karena itu tidak
diperlukan," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat
(25/10/2013).
Selain itu, menurut
Rikwanto, pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak penyidik juga sudah sesuai
dengan peraturan perundangan yang berlaku. Dul diperiksa oleh penyidik di
rumahnya, didampingi Bapas, kuasa hukum, dan orangtuanya.
"Dan kondisi
pemeriksaan dalam situasi yang rileks, kondusif, santai, penuh canda,"
kata Rikwanto.
Saat itu, Dul menjawab
21 pertanyaan penyidik dengan baik. Setelah melakukan pemeriksaan kepada Dul,
kata Rikwanto, pihaknya masih akan meminta saran dari ahli pidana untuk kasus
ini dan menentukan langkah ke depan atas kasus ini.
"Rencananya
minggu depan. Kita konfirmasi ke lembaga universitas tertentu dan mereka yang
menentukan ahli pidananya," katanya. Setelah itu, kata Rikwanto, pihaknya
akan melakukan gelar perkara untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya.
"Apakah dibutuhkan pemeriksaan lagi, saksi lainnya, atau berkas rampung
dan siap dikirim ke kejaksaan," katanya.
Penyebab terjadinya kenakalan remaja :
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar
(eksternal).
·
Faktor internal:
1.
Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan
terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan
konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran.
Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
2.
Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan
membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima
akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah
mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan
kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
·
Faktor eksternal:
1.
Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota
keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif
pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan
anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi
anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
2.
Teman sebaya yang kurang baik
3.
Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
SOLUSINYA :
Hal-hal yang bisa dilakukan/ cara mengatasi kenakalan remaja:
1.
Kegagalan mencapai
identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan
prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur
orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka
yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2.
Adanya motivasi dari
keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
3.
Kemauan orangtua untuk
membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis,
komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
4.
Remaja pandai memilih
teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan
di komunitas mana remaja harus bergaul.
5.
Remaja membentuk ketahanan
diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas
yang ada tidak sesuai dengan harapan.
Analisa
:
Dari hal ini banyak pelajaran dan pengalaman yang didapat, untuk
berbagai kalangan contohnya keluarga, lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan
lain-lain.
AQJ sendiri adalah anak remaja dengan usia dibawah umur yang
sudah dapat mengendarai mobil sendiri. Dan AQJ sendiri juga belum mempunyai
SIM. AQJ ini membawa kendaraan pada malam hari hingga kecepatannya melebihi
dari 80 KM. Sehingga mobil yang dikendarainya melaju dengan cepat dan AQJ pun
tidak dapat mengendalikan kendaraannya sehingga mobil yang dibawanya menabrak
pembatas jalan dan menabrak mobil di lintasan sebrangnya. Dan terjadilah
kecelakaan, korban tewas ditempat dan luka-luka pun berjatuhan termasuk AQJ pun
terluka parah.
Tentunya banyak pertanyaan : Kenapa hal ini bisa terjadi? Banyak
faktor tentunya untuk menjawab pertanyaan itu dalam kasus ini.
1. Faktor keluarga.
Kita tau AQJ adalah anak dari publik figure dari pasangan Achmad
Dhani dan Maia Estianty. Orang tua AQJ sudah berpisah cukup lama. Walau
kebutuhan sehari-hari terpenuhi tetapi AQJ yang seorang remaja yang perlu
pantauan khusus karena anak remaja yang ingin menentukan jati dirinya. Karena
perceraian orang tuanya sehingga pantauan khusus itu jadi terhalang untuk anak
remaja.
2. Faktor
sekolah.
Selain keluarga, kegiatan disekolah juga mempengaruhi karena
sekolah harusnya bisa/menyediakan pendidikan untuk kepribadian siswa siswinya.
3. Faktor lingkungan dan pergaulan.
Faktor ini juga sangat berpengaruh karena dari lingkungan
pergaulan juga membentuk seorang anak remaja melalui proses pendewasaan. Dalam
kasus ini kita dapat melihat anak-anak remaja sedang trend menampilkan
foto-foto kemampuannya dalam mengendari kendaraan hingga kecepatan tinggi, lalu
meng-upload-nya ke media sosial mereka. Mungkin mereka mempunyai kebanggaan
sendiri dari hal-hal tersebut.
4. Faktor pemerintah.
Seharusnya pemerintah juga berpengaruh karena kenapa AQJ bisa
mengendarai kendaraan hingga bisa masuk ke dalam jalur tol. Seharusnya kalau
seorang penjaga tol melihat sekiranya anak remaja masuk ke jalur tol pada saat
mengambil tiket tol, bisa menegur dan tidak memperbolehkannya masuk.
Kasus ini menimbulkan hal yang serius karena AQJ harus bertanggung
jawab atas korban luka-luka dan tewas. Baik bertanggung jawab atas hokum dan
beban biaya untuk keluarganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar