KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan
Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam administrasi pendidikan.
Harapan kami semoga
makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui
masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat
kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hubungan antara manusia
yang satu dengan yang lain sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari,
dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri
atau masih membutuhkan bantuan dari pihak lain. Bersosialisasi pun sangat
penting dalam menjalin hubungan yang baik antara manusia yang satu dengan yang
lainnya. Jika tidak adanya individu, maka keluarga dan masyarakat pun tidak
akan tercipta. Begitu pula dengan individu, tidak akan bisa berjalan sendiri
jika tidak adanya keluarga dan masyarakat, karena dengan adanya keluarga dan
masyarakat, masing-masing individu dapat mengekspresikan segala hal yang
berhubungan dengan sosial. Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan
adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan.
Oleh karena itu begitu
menariknya judul yang kami bahas ini sehingga kami mendapat tugas membuat
makalah dengan judul Manusia Sebagai Individu, Keluarga, dan Masyarakat, semoga
makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat khususnya bagi pemakalah dan
umumnya bagi para pembaca, serta kami minta maaf apabila makalah ini belum
sempurna dan jauh dari yang diharapkan, oleh karenya kami meminta kritik dan
saran yang sifatnya mendukung untuk kemajuan makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian
individu ?
2. Bagaimana pengertian
keluarga ?
3. Bagaimana pengertian
masyarakat ?
4. Bagaimana hubungan
individu, keluarga dan masyarakat ?
C. Maksud dan tujuan
Maksud dan tujuan dari
Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu
sosial budayadasar dan juga memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan
wawasan baru untuk saya khususnya dan para pembaca umumnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Individu
Kata “ Individu” berasal
dari kata latin, yaitu individuum, berarti “yang tak terbagi”. Jadi
merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang
paling kecil dan terbatas.Arti lainnya adalah sebagai pengganti “orang seorang”
atau manusia perorangan. Disini terlihat bahwa sifat dan fungsi manusia,
sebagaimana ia hidup di tengah-tengah individu lain dalam masyarakat. Individu
adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam
lingkungan sosialnya,malainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah
laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi
terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan
aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat
pada aspek yang lainnya.
Individu tidak akan
jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar
keberadaannya. Karna dari sinilah kita akan bisa memahami seseorang
individu seperti kata Jhonson.[1]
Individu bukan berarti
manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perorangan, dapat kita uraikan,
bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di
dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola
tingkah laku spesifik dirinya.
Makna manusia menjadi
individu apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa
yang bersangkutan. Proses yang meningkatkan ciri-ciri individualitas pada
seseorang sampai pada ia adalah dirinya sendiri, disebut proses individualisasi
atau aktualisasi diri.
Manusia sebagai individu
memiliki tugas pada dirinya sendiri yaitu;
1.
Menuntut ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta
memanfaatkannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan. Kesadaran tersebut
mendorongnya untuk terus belajar.Proses belajar berarti proses perubahan sikap
dan perilaku dengan mendapatkan pengalaman dan pelatihan.
2.
Menghiasi diri dan budi pekerti dengan baik serta akhlak yang
terpuji, setiap tindakan dan perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat selalu
bercermin pada keindahan dan keelokan budi pekerti maka akan tercipata
kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat.
Individu tidak akan
jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yng menjadi latar belakang keberadaanya.
Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk
perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan
perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu
selalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya
untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat
membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung
pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan
pribadi.
1. Pertumbuhan Individu
Terdapat tiga aliran konsep pertumbuhan yaitu:
Terdapat tiga aliran konsep pertumbuhan yaitu:
a) Aliran asosiasi:
pertumbuhan merupakan suatu proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada
seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman luar melalui
panca indra yang menimbulkan sensasi maupun pengalaman dalam mengenal
batin sendiri yang menimbulkan refleksi.
b) Aliran
psikologi Gestalt: pertumbuhan adalah proses diferensiasi yaitu proses
perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu. Pertama
mengenal secara keseluruhan, baru kemudian mengenal bagian demi bagian dari
lingkungan yang ada.
c) Aliran sosiologi:
pertumbuhan merupakan proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial dan
sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
2. Faktor – faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan
a) Pendirian Nativistik
yaitu Pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang
dibawa sejak lahir.
b) Pendirian Empiristik dan
Envinronmentalistik yaitu Pertumbuhan individu semata-mata tergantung kepada
lingkungan sedangkan dasar tidak berperanan sama sekali.
c) Pendirian Konvergensi
dan Interaksionisme yaitu Interaksi antara dasar dan linkunagan dapat
menentukan pertumbuhan individu.
d) Tahap pertumbuhan
Individu berdasarkan Psikologi
Tahap
pertumbuhan individu berdasarkan psikologi, Fase-fasenya, antara ain :
a) masa vital
b) masa estetik
c) masa intelektual
d) masa sosial
B. Keluarga
Keluarga berasal dari bahasa sansekerta kula dan warga “kulawarga”
yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana
beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.
Keluarg inti(”nuclear family”) terdiri dari ayah, ibu, dan
anak-anak mereka. Keluarga merupakan unit satuan masyarakat terkecil
sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.
Keluarga diartikan sebagai suatu satuan sosial terkecil yang
dimiliki manusia sebagai makhluk sosial, yang ditandai dengan adanya kerja sama
ekonomi. Fungsi keluarga adalah berkembang biak, mensosialisasi, mendidik anak,
menolong, melindungi, atu merawat orang-orang tua (jompo). Bentuk keluarga
terdiri dari seorang suami, seorang istri, dan anak-anak yang biasanya tinggal
dalam satu rumah yang sama ( keluarga inti). Secara resmi terbentuk dari hasil
perkawinan.
Menurut Sigmund Freud, keluarga terbentuk karena adanya perkawinan
pria dan wanita. Sedangkan menurut Durkhem, keluarga adalah lembaga social
sebagai hasil factor-faktor politik, ekonomi, dan lingkungan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan atau kelompok orang yang mempunyai hubungan darah dan perkawinan. Terdiri dari:
Secara umum dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan atau kelompok orang yang mempunyai hubungan darah dan perkawinan. Terdiri dari:
1.
Keluarga nuklir/inti/batih (nuclear family) : Keluarga yang
terdiri dari ayah, ibu dan anak.
2.
Keluarga tua (extended family) : Keluarga kekerabatan yang
terdiri dari 3 atau 4 keluarga batih yang terikat oleh hubungan orang tua anak
atau saudara kandung oleh suatu tempat tinggal bersama yang besar.
3.
Keluarga Individu tersebut merupakan salah satu keturunan.
Fungsi
keluarga secara umum menurut Munandar Soelaeman adalah:
1.
Pengatur seksual
a. Hidup bersama atas dasar
suka sama suka (kumpul kebo).Pergundikan
b. Hubungan seorang
bangsawan dengan gundiknya (jaman praindustri masyarakat barat) atau Raja dengan
Selir.
c. Melahirkan anak pada
masa tunangan.
d. Perzinahan, sang lelaki
sudah menikah ataupun sang wanita sudah menikah.
e. Kehidupan bersama
seorang yang bertarak (celibate, pastoral, biarawan, menahan hawa nafsu) dengan
orang lain yang juga hidup bertarak atau yang tidak bertarak.
f. Perzinahan, kedua-duanya
telah menikah.
g. Kehidupan bersama wanita
yang berkasta tinggi dengan lelaki berkasta rendah.
h. incest (hubungan seksual
dalamsatu keluarga), saudara lelaki dengan saudara perempuan, bapak dengan anak
perempuan, ibu dengan anak lelaki.
2.
Reproduksi
3.
Sosialisasi
4.
Pemeliharaan
5.
Penempatan anak didalam masyarakat
6.
Pemuas kebutuhan perorangan
7.
Kontrol sosial
William J. Goode (1983) menyusun jenis-jenis penyimpangan social
dalam pengaturan seksual menurut ketidak seimbangan dalam struktur sosial,
yaitu:
a. Menurut H. Abu Ahmadi
1) Fungsi Biologis
2) Fungsi Pemeliharaan
3) FungsiEkonomi
4) Fungsi Keagamaan
5) Fungsi Sosial
1) Fungsi Biologis
2) Fungsi Pemeliharaan
3) FungsiEkonomi
4) Fungsi Keagamaan
5) Fungsi Sosial
b. Menurut Soewaryo
Wangsanegara
1) Pembentukan kepribadian
2) Alat reproduksi
3) Merupakan eksponer dari kebudayaan masyarakat
4) Lembaga perkumpulan perekonomian
5) Pusat pengasuhan dan pendidikan
1) Pembentukan kepribadian
2) Alat reproduksi
3) Merupakan eksponer dari kebudayaan masyarakat
4) Lembaga perkumpulan perekonomian
5) Pusat pengasuhan dan pendidikan
Peristiwa terputusnya sistem keluarga, menurut William J, Goode
(1983), dapat mengakibatkan terpecahnya suatu unit keluarga. Beberapa macam
utama kekacauan keluarga:
1) Ketidaksahan, unit keluarga yang tidak lengkap
2) Pembatalan, perpisahan, perceraian, dan meninggalkan
3) Keluarga selaput kosong
4) Ketiadaan salah satu pasangan karena hal yang tidak diinginkan
5) Kegagalan peran penting yang tidak diinginkan
1) Ketidaksahan, unit keluarga yang tidak lengkap
2) Pembatalan, perpisahan, perceraian, dan meninggalkan
3) Keluarga selaput kosong
4) Ketiadaan salah satu pasangan karena hal yang tidak diinginkan
5) Kegagalan peran penting yang tidak diinginkan
Secara
umum fungsi keluaraga meliputi;
1. Pengaturan Seksual
Dapat dibayangkan
apabila tidak ada keluarga maka akan terjadi seks bebas yang diakibatkan tidak
adanya pengaturan seksual, oleh karena itu, disinilah fungsi keluarga agar
pengaturan seksual dapat dikontrol dan tidak ada lagi kelahiran di luar nikah.
2. Reproduksi
Keluarga berfungsi untuk
membentuk keturunan, walaupan banyak yang berpandangan bahwa banyak anak akan
menambah beban hidup, dan ada pula yang mengharapkan banyak anak untuk jaminan
bagi orang tua di masa depan.
3.Sosialisasi
Sebelum bersosialisasi
dalam masyarakat ada halnya kita bersosialisasi terlebih dahulu dalm keluarga
agar terbebtuknya kepribadian, sikap, perilaku, dan tanggapan emosinya,
sehingga ketika kita bermasyarakat dapat diterima dengan baik.
4. Kontrol sosial
Keluarga yang berfungsi
dalam sosialisai, yaitu bagi individu pada saat ia tumbuh menjadi dewasa
memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan untuk mengarahkan
aktivitasnya dalam masyarakat, dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan
kepribadiannya.
C. Masyarakat
Dalam bahasa Inggris
masyarakat disebut juga society, asal katanya socius yang
berarti kawan.Adapun kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu syirk,
artinya bergaul.Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk-bentuk aturan
hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh
unsur-unsur lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki
tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam
lingkungannya.Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang
dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat
membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.
Menilik kenyataan di
lapangan,suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa. Bisa juga
berlatar belakang suku.Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat,
dapat digolongkan menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju (masyarakat
modern).
1.
Masyarakat sederhana.
Dalam lingkungan
masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan
menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya
berpangkal tolak dari kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita
dan pria dalam menghadapi tantangan alam yang buaspada saat itu. Kaum pria melakukan
pekerjaan yang berat-berat seperti berburu, menangkap ikan di laut, menebang
pohon, berladang dan berternak.Sedangkan kaum wanita melakukan pekerjaan yang
ringan-ringan seperti mengurus rumah tangga, menyusui dan mengasuh
anak-anak,merajut, membuat pakaian, dan bercocok tanam.
2.
Masyarakat Maju.
Masyarakat
maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan kelompok
organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan
serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Organisasi
kemasyarakatan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan terbatas sampai pada
cakupan nasional, regional maupun internasional.
Tugas manusia sebagai
anggota masyarakat;
1.
Saling tolong menolong dan bantu membantu dalam kebajikan
2.
Ikut meringankan beban kesengsaraan orang lain
3.
Menjaga dan memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban
lingkungan dan masyarakat
4.
Menghindari perkataan dan tindakan yang menyakitkan orang lain
sehingga tercipta ketergantungan yang saling menguntungkan.
D. Hubungan Individu, Keluarga
dan Masyarakat
Individu barulah
dikatakan sebagai individu apabila pada perilakunya yang khas, yang ada pada
dirinya diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial yang disebut masyarakat.
Satuan-satuan lingkungan sosial yang mengelilingi individu terdidri dari
leluarga, lembaga, komunitas, dan masyarakat.
1. Hubungan individu dengan
keluarga
Individu memiliki
hubungan erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman,
bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma, dan
aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan. Dengan adanya keluarga
ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada
dirinya dalam keluarga.
2. Hubungan individu dengan
lembaga
Lembaga diartikan
sebagai sekumpulan norma yang terus-menerus dilakukan oleh manusia karena
norma-norma itu memberikan keuntungan bagi mereka. Individu memiliki hubungan
yang saling mempengaruhi dengan lembaga yang ada disekelilingnya.Lingkungan
pekerjaan dapat membentuk individu dalam membentuk kepribadian.Keindividuan
dalam lingkungan pekerjaan dapat berperan sebagai direktur,ketua dan
sebagainya. Jika individu bekerja, ia akan dipengaruhi oleh lingkungan
pekerjaannya.
3. Hubungan individu dengan
komunitas
Komunitas dapat
diartikan sebagai satuan kebersamaan hidup sejumlah orang yang memiliki
territorial terbatas, memilki kesamaan terhadap menyukai suatu hal dan
keorganisasian tata kehidupan bersama.Komunitas mencakup individu, keluarga dan
lembaga yang saling berhubungan secara independen.
4. Hubungan individu dengan
masayarakat
Hubungan individu dengan
masyarakat terletak dalaam sikap saling menunjang hak dan kewajiban manusia
sebgai individu dan manusia sebagai makhluk sosial.Mana yang menjadi hak
individu dan mana yang menjadi hakmasyarakat hendaknya diketahui dengan
mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu.Gotong royong adalah hak
masyarakat, sedangkan rekreasi dengan keluarga, liburan adalah hak individu
yang semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia sebagai makhluk
individu, keluarga, dan masyarakat oleh karenanya manusia dapat dikatakan
sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau berorganisasi dan
membutuhkan orang lain. Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu
dan makhluk sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam stiap tatanan
kehidupan berkelompok dan dalam struktur dan sistem sosial yang ada.
Dari seluruh uraian
mengenai relasi individu dengan enam macam lingkungan sosial mulai dari
keluarga sampai nasional, dapat ditarik kesimpulan sementara, bahwa individu
mempunyai makna langsung apabila konteks situasional adalah keluarga atau
lembaga sosial, sedangkan individu dalam konteks lingkungan sosial yang lebih
besar, seperti masyarakat nasion, posisi dan peranannya semakin abstrak.
B. Saran
Dalam bermasyarakat
ciptakanlah sikap saling tolong – menolong dalam hal kebajikan, agar
terciptanya sikap kekeluargaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar