Minggu, 08 April 2018

Manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi dan Macam - Macam Contohnya.

Manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi

Berikut adalah manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi bagi Lingkungan Sekitar:
  1. Menambah kecepatan akses/aksesibilitas data yang tersaji tepat waktu dan akurat bagi para pengguna Manajemen Layanan Sistem Informasi tersebut tanpa adanya suatu perantara sistem informasi.
  2. Menjamin tersedianya keterampilan dan kualitas dalam memanfaatkan sistem informasi secara baik dan benar.
  3. Mengidentifikasikan kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
  4. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
            Jadi, kesimpulan yang dapat diambil menurut saya, manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi dalam lingkungan sekitar adalah untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan layanan sistem informasi yang nantinya akan digunakan dalam persaingan antar bisnis suatu perusahaan.

Berikut framework yang dapat mengimplementasikan teori-teori Manajemen Sistem Informasi :

1. Enterprise Resource Planning (ERP)
Sistem ERP ini biasanya digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola manajemen dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit bidang kerja Keuangan, Accounting, Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Operasional, dan Pengelolaan Persediaan. 

2. Supply Chain Management (SCM)
Sistem SCM ini sangaat bermanfaat bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan terintegrasi mengenai manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok, produsen, pengecer hingga konsumen akhir.

3. Transaction Processing System (TPS)
TPS ini berguna untuk proses data dalam jumlah yang besar dengan transaksi bisnis yang rutin. Program ini biasa diaplikasikan untuk manajemen gaji dan inventaris. Contohnya adalah aplikasi yang digunakan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemprov Jawa Timur.

4. Office Automation System (OAS)
Sistem aplikasi ini berguna untuk melancarkan komunikasi antar departemen dalam suatu perusahaan dengan cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user di perusahaan. Contohnya adalah email.

5. Knowledge Work System (KWS)
Sistem informasi KWS ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru ke dalam organisasi. Dengan ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan mereka.

6. Informatic Management System (IMS)
IMS berfungsi untuk mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga dapat digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapat menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi, seperti e-procurement.

7. Decision Support System (DSS)
Sistem ini membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan dalam perusahaan. Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas Bangsa, yang mengamati jumlah pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap tahun.

8. Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (A.I.)
Sistem ini pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisa pemecahan masalah dengan menggunakan pengetahuan tenaga ahli yang telah diprogram ke dalamnya. Contohnya, sistem jadwal mekanik.

9. Group Decision Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS)
Serupa dengan DSS, tetapi GDSS mencari solusi lewat pengumpulan pengetahuan dalam satu kelompok, bukan per individu. Biasanya berbentuk kuesioner, konsultasi, dan skenario. Contohnya adalah e-government.

10. Executive Support System (ESS)
Sistem ini membantu manajer dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan berpegang pada grafik dan pendukung komunikasi lainnya.



sumber : 
https://shavirapv.wordpress.com/2017/03/19/pengertian-manfaat-dan-peranan-manajemen-layanan-sistem-informasi-bagi-lingkungan-sekitar/
http://www.kotepoke.org/2011/09/pengertian-manajemen-sistem-informasi.html
http://www.ekoonomi.com/2016/09/sistem-informasi-manajemen.html
http://www.kembar.pro/2016/01/pengertian-fungsi-dan-contoh-sistem-informasi-manajemen.html

Tugas 1 Bahasa Inggris Bisnis 2

SIMPLE PAST TENSE

The simple past tense, sometimes called the preterite, is used to talk about a completed action in a time before now. The simple past is the basic form of past tense in English. The time of the action can be in the recent past or the distant past and action duration is not important.

EXAMPLES
  • John Cabot sailed to America in 1498.
  • My father died last year.
  • He lived in Fiji in 1976.
  • We crossed the Channel yesterday.

You always use the simple past when you say when something happened, so it is associated with certain past time expressions
  • frequencyoften, sometimes, always
    I sometimes walked home at lunchtime.
    I often brought my lunch to school.
  • a definite point in timelast week, when I was a child, yesterday, six weeks ago
    We saw a good film last week.
    Yesterday, I arrived in Geneva.
    She finished her work atseven o'clock
    went to the theatre last night
  • an indefinite point in timethe other day, ages ago, a long time ago 
    People lived in caves a long time ago.
    She played the piano when she was a child.

PRESENT CONTINUOUS TENSE

The present continuous of any verb is composed of two parts - the present tense of the verb to be + the present participle of the main verb.

EXAMPLES: TO GO, PRESENT CONTINUOUS

AffirmativeNegativeInterrogative
I am goingI am not goingAm I going?
You are goingYou aren't going.Are you going?
He, she, it is goingHe, she, it isn't goingIs he, she, it going?
We are goingWe aren't goingAre we going?
You are goingYou aren't goingAre you going?
They are goingThey aren't goingAre they going?
As with all tenses in English, the speaker's attitude is as important as the time of the action or event. When someone uses the present continuous, they are thinking about something that is unfinished or incomplete.


SIMPLE PRESENT TENSE

The simple present tense is one of several forms of present tense in English. It is used to describe habits, unchanging situations, general truths, and fixed arrangements. The simple present tense is simple to form. Just use the base form of the verb: (I take, you take, we take, they take) The 3rd person singular takes an -s at the end. (he takes, she takes)

EXAMPLES
  • He goes to school every morning.
  • She understands English.
  • It mixes the sand and the water.
  • He tries very hard.
  • She enjoys playing the piano.

Selasa, 20 Maret 2018

Tugas Ke 1 Sistem Informasi Perbankan

Nama : Muhammad irfan ariq soulisa
NPM : 1D114105
Kelas : 4KA33


1.      Jelaskan perbedaan m banking dan e banking
Perbedaan mobile dan internet banking yang paling mendasar adalah mobile bias diakses dengan aplikasi yang terpasang pada hp dan hanya membutuhkan pin sms banking saat kita pakai untuk melakukan transaksi. Sedangkan internet banking bias diakses melalui web broser dan membutuhkan token ketika ingin digunakan untuk transaksi financial

2.      Jelaskan perbedaan I banking dengan e banking
Pertama ketahui dulu internet banking itu apa, yakni akun yang dibuat khusus untuk masuk ke website resmi mandiri lewat browser hp. Sedangkan kalau mobile banking, sebenarnya proses pembuatannya pun sama dengan awal bikin akun interner banking mandiri. Namun bisa mengakses m banking menggunakan aplikasi yang sudah disediakan pihak mandiri pada toko aplikasi smartphone yang punya.

3.      Sebutkan kelemahan dan kelebihan m banking dan e banking
Kelebihan m banking :
1.      Layanan m banking ditawarkan oleh semua bank
2.      Server bank dienkripsi untuk transaksi nirkabel
3.      Informasi rekening bersama dengan nomor rekening tidak ditampilkan pada koneksi nirkabel
Kelemahan m banking :
1.      Non dienkripsinya server penyedia layanan ponsel
2.      Pesan yang diterima bank tidak dienkripsi
3.      Informasi yang dapat dicuri


Kelebihan e banking :
1.      Praktis
2.      Murah
Kekurangan e banking :
1.      Target pembobolan
2.      Harus ada jaringan internet

https://news.ralali.com/ini-kelebihan-dan-kekurangan-internet-dan-mobile-banking-bri/

4 contoh kasus pencurian m banking dan e banking dan atm






Selasa, 07 November 2017

Rangkuman dan translate IT Auditing, Second Edition

BAGIAN 2 : WLAN Operational Audit.

8. Mengevaluasi prosedur yang ada untuk melacak masalah pengguna akhir tiket.
Kegagalan untuk menetapkan kepemilikan dan pelacakan masalah pengguna akhir dapat mengakibatkan pengguna menjadi tidak dapat menyelesaikan masalah konektivitas.

9. Pastikan kebijakan keamanan yang sesuai tersedia untuk WLAN Anda.
Kebijakan membantu memastikan kepatuhan terhadap standar, membantu proses berulang, dan memungkinkan perusahaan untuk bertindak terhadap pelanggaran perusahaan terdokumentasi.

How :
Tentukan apakah kebijakan WLAN ada dan apakah administrator bertanggung jawab atas WLAN mengetahui dan memahami isi dari kebijakan tersebut. Tentukan apakah kebijakan sedang diikuti atau rintangan apa yang mungkin ada yang mencegahnya diikuti. Akhirnya, pastikan bagian-bagian yang relevan dari kebijakan WLAN dikomunikasikan kepada karyawan yang menggunakan jaringan nirkabel.

10. Evaluasi proses pemulihan bencana di tempat untuk memulihkan akses nirkabel jika terjadi bencana.
Gagal menjalani proses pemulihan yang tepat agar mencegah pemulihan yang tepat waktu akses nirkabel bagi pengguna yang harus memilikinya untuk melakukan bisnis perusahaan. Selain itu, itu akan sangat mudah tanpa rencana dan selama proses pemulihan untuk menerapkan WLAN yang tidak aman, membiarkan jaringan organisasi terbuka bagi tamu yang tidak diinginkan. Tergantung Pada bencana, WLAN mungkin merupakan metode tercepat untuk mengembalikan akses jaringan karyawan dan proses kritis.

11. Evaluasi proses manajemen perubahan yang efektif.
Proses manajemen perubahan membantu melacak dan memberikan perubahan yang terkendali kepada lingkungan Hidup. Lingkungan terkontrol lebih aman dan kurang berdampak pada pengguna atau produktifitas.


Langkah Uji untuk Mengaudit Perangkat Mobile
Beberapa vendor perangkat mobile management (MDM) berharap dapat menawarkan solusi kepada pelanggan berjuang untuk menangani permintaan eksplosif untuk smartphone. (Perhatikan bahwa vendor MDM tidak sama dengan produsen handset.) Solusi MDM dirancang untuk menangani pengelolaan smartphone yang dibuat oleh produsen handset, seperti Blackberry, iPhone, dan Droid. Penyedia yang sudah mapan meliputi Good Technology, Research in Motion (RIM), Microsoft, Motorola, dan Sybase. Kami akan mencakup beberapa infrastruktur pendukung perusahaan diperlukan untuk implementasi mereka, tapi kami tidak melampaui ini di sini. Kami tidak komponen seperti server e-mail atau peralatan jaringan, yang mungkin atau mungkin tidak masuk ruang lingkup audit anda Pertimbangkan bagian lain dari buku ini jika perlu untuk memperluas cakupan audit di luar langkah-langkah berikut, yang diikuti secara konseptual dekat dengan langkah-langkah dalam audit WLAN dengan sedikit perubahan.

BAGIAN 1: Audit Teknis Perangkat Mobile.
1.                  1.     Pastikan perangkat lunak manajemen perangkat bergerak menjalankan perangkat lunak dan patch                  terbaru yang disetujui.
2    Pastikan bahwa klien mobile memiliki fitur pelindung yang diaktifkan jika mereka diwajibkan oleh kebijakan keamanan perangkat mobile Anda.
3.      Tentukan keefektifan kontrol keamanan perangkat sekitar melindungi data saat hacker memiliki akses fisik ke perangkat.
4.      Evaluasi penggunaan perangkat lunak dan proses pemantauan keamanan.
5.      Pastikan perangkat yang tidak dikelola tidak digunakan pada jaringan Evaluasi kontrol atas perangkat yang tidak terkelola.
BAGIAN 2 : Audit Operasional Perangkat Mobile.
6.    Mengevaluasi prosedur yang ada untuk melacak tiket pengguna akhir masalah.
7.    Pastikan bahwa kebijakan keamanan yang sesuai tersedia untuk Anda dan telepon genggam.
8.    Evaluasi proses pemulihan bencana untuk mengembalikan ponsel akses perangkat jika terjadi bencana.
9.    Evaluasi apakah proses manajemen perubahan yang efektif ada.
10.    Mengevaluasi pengendalian di tempat untuk mengelola siklus hidup layanan 
       milik pribadi dan perangkat milik perusahaan dan yang terkait akun yang digunakan untuk gateway.
 
 
Pertimbangan Tambahan
Pertimbangan tambahan mungkin ada untuk lingkungan Anda tergantung pada ukuran Anda, jangkauan geografis Anda, dan jenis data yang ada di jaringan Anda. 
Pertimbangan tambahan mungkin termasuk yang berikut ini:
 
·        Pastikan manajemen lisensi untuk perangkat lunak dilacak oleh jumlah pengguna.
·        Verifikasi bahwa proses ada untuk dukungan internasional untuk beragam atau organisasi yang tersebar secara geografis.
·        Mengkategorikan jenis data yang biasanya disimpan di ponsel yang dikelola secara korporat dan tingkat proteksi 
     yang biasanya dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan anda dan kebijakan klasifikasi informasi
·        Mengevaluasi infrastruktur peralihan dan perutean yang terkait dengan hal ini komponen.
 
 
 
 
Daftar Master Checklist
Tabel berikut merangkum langkah-langkah yang tercantum untuk mengevaluasi WLAN dan perangkat mobile.
 
 
Mengaudit LAN Nirkabel
1.      Pastikan jalur akses menjalankan perangkat lunak yang disetujui terakhir.
2.      Mengevaluasi penggunaan dan kontrol seputar pengelolaan WLAN terpusat.
3.      Pastikan klien mobile Anda menjalankan perangkat lunak pelindung.
4.      Evaluasi keamanan metode otentikasi yang dipilih.
5.      Evaluasi keamanan metode komunikasi yang dipilih.
6.      Evaluasi penggunaan perangkat lunak dan proses pemantauan keamanan.
7.      Pastikan jalur akses nakal tidak digunakan pada jaringan.
8.       Mengevaluasi prosedur yang ada untuk melacak tiket pengguna akhir pengguna.
9.      Pastikan kebijakan keamanan yang sesuai tersedia untuk WLAN Anda.
10.  Mengevaluasi proses pemulihan bencana yang ada untuk memulihkan akses nirkabel jika bencana terjadi
11.  Evaluasi apakah proses manajemen perubahan yang efektif ada
 
 
Mengaudit Perangkat Mobile
1.      Pastikan gateway perangkat bergerak menjalankan perangkat lunak yang disetujui terakhir dan tambalan
2.      Pastikan bahwa klien mobile memiliki fitur pelindung yang diaktifkan jika diminta oleh 
      Anda dan kebijakan keamanan perangkat mobile
3.      Tentukan efektivitas kontrol keamanan perangkat di sekitar melindungi data bila hacker memiliki akses fisik ke perangkat.
4.       Evaluasi penggunaan perangkat lunak dan proses pemantauan keamanan.


Selasa, 10 Oktober 2017

Softskill(s)


1.9 Kontrol Switch Tambahan: Layer 2

1. Pastikan administrator menghindari penggunaan VLAN 1.
Secara default, semua port pada switch Cisco adalah anggota VLAN 1. Hindari penggunaan VLAN 1 mencegah penyusup jaringan agar tidak memasukkan port yang tidak terpakai dan berkomunikasi dengan sisa jaringan.

2. Evaluasi penggunaan autonegotiasi batang.
Sebuah batang pada sebuah switch menggabungkan dua VLAN terpisah menjadi port agregat, yang memungkinkan lalu lintas akses ke VLAN. Ada dua protokol trunking: 802.1q, yang merupakan standar terbuka, dan ISL, yang dikembangkan oleh Cisco. Beberapa tipe switch dan versi software diatur ke mode autotrunking, memungkinkan port mencoba secara otomatis untuk mengubahnya link ke bagasi Dynamic Trunking Protocol (DTP) dapat membantu untuk menentukan mana protokol trunking switch harus menggunakan dan bagaimana protokol harus beroperasi. Jika ini Kasusnya, secara umum, semua VLAN pada switch menjadi anggota yang baru port berbatang. Menonaktifkan otonegosiasi batang mengurangi risiko yang terkait dengan serangan VLAN-hopping, dimana seseorang dalam satu VLAN dapat mengakses
sumber daya VLAN lain.

a. Jangan gunakan DTP jika memungkinkan. Tetapkan trunk interface ke VLAN asli
lainnya dari VLAN 1.
Switch(config)# interface fastethernet 0/1
Switch(config-if)# switchport mode trunk
Switch(config-if)# switchport trunk native vlan 998

b. Masukkan nontrunking interface dalam mode nontrunking permanen tanpa
perundingan.
Switch(config)# interface fastethernet 0/1
Switch(config-if)# switchport mode access
Switch(config-if)# switchport nonegotiate

c. Pasang trunking interface dalam mode trunking permanen tanpa negosiasi.
Switch(config)# interface fastethernet 0/1
Switch(config-if)# switchport mode trunk
Switch(config-if)# switchport nonegotiate

d. Secara khusus daftar semua VLAN yang merupakan bagian dari bagasi.
Switch(config)# interface fastethernet 0/1
Switch(config-if)# switchport trunk allowed vlan 6, 10, 20, 101

e. Gunakan VLAN asli yang unik untuk setiap batang pada saklar.
Switch(config)# interface fastethernet 0/1
Switch(config-if)# switchport trunk native vlan 998
Switch(config)# interface fastethernet 0/2
Switch(config-if)# switchport trunk native vlan 997


3. Verifikasi bahwa mitigasi serangan Spanning-Tree Protocol diaktifkan (BPDU Guard,
Root Guard).

Resiko yang terkait dengan jenis serangan ini termasuk memberi penyerang kemampuan untuk digunakan Protokol Spanning-Tree untuk mengubah topologi jaringan. Spanning-Tree Protokol ini dirancang untuk mencegah loop jaringan berkembang. Peralihan akan belajar topologi jaringan dan memindahkan port melalui empat tahap - blok, dengarkan, pelajari, dan maju-karena memastikan bahwa lingkaran tak berujung tidak berkembang dalam lalu lintas jaringan pola.

4. Evaluasi penggunaan VLAN pada jaringan.
VLAN harus digunakan untuk memecah domain broadcast dan, jika perlu, untuk membantu membagi sumber daya dengan tingkat keamanan yang berbeda. 5. Nonaktifkan semua port yang tidak terpakai dan taruh di VLAN yang tidak terpakai. Penyiapan ini mencegah penyusup jaringan menancapkan port yang tidak terpakai dan berkomunikasi dengan sisa jaringan.

5. Nonaktifkan semua port yang tidak terpakai dan taruh di VLAN yang tidak terpakai 
Penyiapan ini mencegah penyusup jaringan menancapkan port yang tidak terpakai dan berkomunikasi dengan sisa jaringan.

6. Evaluasi penggunaan VLAN Trunking Protocol (VTP) dilingkungan Hidup 
VTP adalah protokol perpesanan Layer 2 yang mendistribusikan informasi konfigurasi VLAN lebih dari koper. VTP memungkinkan penambahan, penghapusan, dan penggantian nama VLAN pada jaringan secara keseluruhan dasar. Penyerang jaringan dapat menambahkan atau menghapus VLAN dari domain VTP sebagai juga membuat loop Protokol Spanning-Tree. Kedua situasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya bencana yang sangat sulit untuk memecahkan masalah. Ini tidak harus menjadi acara berbahaya. Peralihan dengan nomor versi konfigurasi yang lebih tinggi dalam database VTP-nya memiliki kewenangan di atas switch lain dengan angka lebih rendah. Jika saklar laboratorium seperti ini ditempatkan pada jaringan produksi, Anda mungkin secara tidak sengaja mengkonfigurasi ulang keseluruhan jaringan Anda.

7. Verifikasi bahwa ada batasan yang membatasi lalu lintas siaran / multicast di port.
Mengkonfigurasi kontrol badai membantu mengurangi risiko pemadaman jaringan di acara
tersebut dari badai siaran.


2.0 Kontrol Router Tambahan : Layer 3

1. Verifikasi bahwa antarmuka tidak aktif pada router dinonaktifkan
Antar muka yang tidak aktif yang harus dinonaktifkan termasuk LAN dan WAN interface seperti Ethernet, Serial, dan ATM. Antarmuka terbuka adalah sumber serangan yang mungkin terjadi jika seseorang masuk ke antarmuka.

2. Pastikan bahwa router dikonfigurasi untuk menyimpan semua inti pembuangan Memiliki dump inti (gambar memori router pada saat kecelakaan) bisa jadi sangat berguna untuk dukungan teknis Cisco dalam mendiagnosis kecelakaan dan mungkin mendeteksi itu serangan adalah akar penyebabnya.

3. Verifikasi bahwa semua pembaruan routing telah diautentikasi.
Otentikasi memastikan bahwa router penerima menggabungkan ke dalam tabelnya saja. Informasi rute yang diinginkan oleh router pengirim yang benar-benar dimaksudkan untuk dikirim. Inimencegah penerus yang sah untuk menerima dan kemudian menggunakan yang tidak sah, jahat, atau tabel routing yang rusak yang akan membahayakan keamanan atau ketersediaan jaringan. Kompromi semacam itu bisa menyebabkan lalu lintas yang berubah arah, penolakan layanan, atau sekadar akses ke paket data tertentu ke orang yang tidak berwenang.

4. Verifikasi bahwa sumber IP routing dan broadcast yang diarahkan oleh IP adalah cacat.
IP routing sumber memungkinkan pengirim paket IP untuk mengontrol rute paket ke tujuan, dan siaran langsung IP memungkinkan jaringan digunakan sebagai alat dalam smurf atau fraggle attack.


2.1 Kontrol Firewall Tambahan

Berikut adalah langkah-langkah uji tambahan untuk firewall. Perhatikan bahwa beberapa dari kontrol ini mungkin ditangani oleh router bersamaan dengan firewall, namun router dengan sendirinya adalah firewall yang buruk untuk perimeter jaringan perusahaan. 

1. Pastikan semua paket ditolak secara default.
Semua paket pada firewall harus ditolak kecuali untuk paket yang berasal dan menuju ke alamat dan port yang semuanya didefinisikan secara eksplisit. Ini adalah pertahanan yang jauh lebih kuat posisi daripada mencoba untuk melacak apa aturan yang telah Anda set up untuk memblokir masing-masing spesifik alamat atau layanan Misalnya, permintaan SNMP eksternal dari luar jaringan Anda ditargetkan ke router di dalam jaringan Anda akan ditolak secara default jika hanya lalu lintas Anda Diijinkan masuk ke DMZ Anda ke server web.

2. Pastikan alamat IP internal dan eksternal yang tidak tepat disaring
Lalu lintas yang datang dari ruang alamat internal seharusnya tidak memiliki alamat eksternal sebagai alamat sumber Demikian juga, lalu lintas yang datang dari luar jaringan seharusnya tidak ada jaringan internal anda sebagai alamat sumber. 

3. Mengevaluasi aturan firewall untuk memberikan perlindungan yang sesuai.
Kegagalan untuk mengelola aturan firewall Anda mungkin membuat Anda berisiko terbuka atau tidak akses tidak pantas Belum lama ini, beberapa ratus peraturan firewall dianggap tidak dapat dimaafkan dan sulit dikelola. Saat ini, banyak organisasi memiliki beberapa ratus, atau bahkan ribuan, aturan firewall pada satu alat. Aturan firewall cepat menumpuk dan sulit untuk menghapus karena administrator takut untuk memecahkan aplikasi, lupakan mengapa aturan spesifik ada, atau tidak bisa menavigasi kompleksitasnya ratusan peraturan Jangan meremehkan pentingnya langkah ini.



Kamis, 21 Mei 2015

       Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok.
 Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.


       Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Dalam bidang  filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). 

Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :

“The belived capacity of any object to satisfy a human desire, The qualifty of any object which causes it to be on interest to an individual or a group”. (kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebababkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).

Menurut kamus itu selanjutnya nilai adalah semata-mata suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.

Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai objektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan.


     Nilai ekstrinsik Dapat diartikan sebagai alat bantu untuk menyempurnakan suatu keindahan. Contoh Sebuah musik jika tidak dibantu dengan nada dan irama yang pas, maka music itu tidak akan terdengar indah jika tederngar ditelinga.


     Setiap manusia memiliki rasa atau selera tentang keindahan. Sedangkan keindahan tersebut terbagi lagi menjadi kontemplasi dan ekstansi. 
     Kontemplasi yaitu dasar dari pemikirian manusia untuk menyatakan keindahan. 
     Sedangkan ekstansi adalah untuk merasakan atau menikmati suatu keindahan. 
Jadi kontemplasi dan ekstansi saling keterhubungan. Sehingga manusia dapat merasakan suatu keindahan dan kemudian dinyatakan oleh ungkapan.


    Renungan bisa dikatakan memikirkan sesuatu hal yang baru maupun belum dialami oleh manusia. Contoh mengenai keindahan yaitu, suatu ketika manusia ingin membuat suatu karya seni rupa kemudian manusia itu belum mempunyai ide tentang karya seni rupa apa yang ingin iya buat, lalu ia merenung dengan menyendiri atau pergi kesuatu tempat agar ia bisa tenang dan dapat berfikir untuk menemukan ide untuk karya seni rupa yang ingin ia buat.


   Renungan bisa dikatakan memikirkan sesuatu hal yang baru maupun belum dialami oleh manusia. Contoh mengenai keindahan yaitu, suatu ketika manusia ingin membuat suatu karya seni rupa kemudian manusia itu belum mempunyai ide tentang karya seni rupa apa yang ingin iya buat, lalu ia merenung dengan menyendiri atau pergi kesuatu tempat agar ia bisa tenang dan dapat berfikir untuk menemukan ide untuk karya seni rupa yang ingin ia buat.